MAKALAH
SISTEM OPERASI DAN PERAKITAN
KOMPUTER
RFID (Radio Frequency Identification)
Disusun Oleh
Dwi Okta Pristiwanti
1102413030
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2015
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
RFID telah
dikenal sejak tahun 1940-an, namun baru pada saat sekaranglah dapat dicapai
perkembangan yang pesat menjadi teknologi murah dan efektif untuk digunakan di
berbagai bidang. RFID atau Radio Frequency Identification, adalah sebuah sistem
identifikasi melalui frekuensi radio dengan melibatkan perangkat keras yang
dikenal sebagai interogator atau pembaca dan tag , juga dikenal sebagai label ,
serta perangkat lunak atau RFID middleware RFID. Sebagai metode
pengidentifikasian obyek maka RFID dapat digunakan untuk menyimpan atau
menerima data secara jarak jauh dengan menggunakan suatu piranti bernama RFID
tag atau transponder.
RFID
merupakan salah satu teknologi dari sistem pengindentifikasian suatu objek
secara otomatis(Auto ID) selain barcode Optical character Recognition(OCR),
biometric, dan Smartcard (Finkenzeller,2003). Berbagai pengindentifikasian
tersebut telah banyak membantu dalam berbagai bidang pengidentifikasian objek
yang dapat dikembangkan dan diterapkan untuk militer dan pemerintahan, rumah
sakit, sekolah, universitas, lembaga riset dan laboratorium, penerbangan,
paspor, bisnis retail, transportasi, gerbang jalan tol, museum, pergudangan,
perpustakaan, parkir, dan banyak lagi lainnya.
B.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana Sejarah singkat RFID
2. Apa saja tipe dan frekuensi RFID
3. Bagaimana sistem dan cara kerja RFID
4. Apa saja keunggulan RFID
5. Apa saja manfaat dan kegunaan RFID
C.
Tujuan
1. Mengetahui sejarah singkat RFID
2. Mengetahui tipe dan frekuensi RFID
3. Mengetahui bagaimana sistem dan cara
kerja RFID
4. Mengetahui keunggulan RFID
5. Mengetahui manfaat dan kegunaan RFID
BAB 2
PEMBAHASAN
SEJARAH
SINGKAT
RFID pertama kali diperkenalkan pertamakali sebagai alat spionase Pemerintah Rusia oleh Leon Theremin sekitar tahun 1945. Namun sebenarnya alat yang dipakai Theremin ini sebenarnya masih bersifat pasif sebagai alat pendengar dan bukan berujud suatu identification tag. Teknologi yang digunakan oleh RFID sendiri sebenarnya sudah ada sejak tahun 1920 an. Suatu teknologi yang lebih dekat dengan RFID, yang dinamakan IFF transponder, beroperasi pada tahun 1939 dan digunakan oleh Inggris pada Perang Dunia II untuk mengenali pesawat udara musuh atau teman. Implementasi RFID saat ini semakin menarik perhatian banyak karena digunakan oleh supermarket atau retailer.
RFID pertama kali diperkenalkan pertamakali sebagai alat spionase Pemerintah Rusia oleh Leon Theremin sekitar tahun 1945. Namun sebenarnya alat yang dipakai Theremin ini sebenarnya masih bersifat pasif sebagai alat pendengar dan bukan berujud suatu identification tag. Teknologi yang digunakan oleh RFID sendiri sebenarnya sudah ada sejak tahun 1920 an. Suatu teknologi yang lebih dekat dengan RFID, yang dinamakan IFF transponder, beroperasi pada tahun 1939 dan digunakan oleh Inggris pada Perang Dunia II untuk mengenali pesawat udara musuh atau teman. Implementasi RFID saat ini semakin menarik perhatian banyak karena digunakan oleh supermarket atau retailer.
TIPE DAN
FREKUENSI RFID
Ada 3 tipe tag RFID, aktif, semi-pasif dan pasif. RFID tag dapat berupa pasif, aktif atau pasif dibantu baterai. RFID pasif tidak menggunakan baterai , sedangkan yang aktif memiliki baterai on-board yang selalu memancar atau menjadi suar sinyal. Sebuah baterai pasif dibantu (BAP) memiliki baterai kecil di papan yang diaktifkan ketika di hadapan sebuah pembaca RFID.
Ada 3 tipe tag RFID, aktif, semi-pasif dan pasif. RFID tag dapat berupa pasif, aktif atau pasif dibantu baterai. RFID pasif tidak menggunakan baterai , sedangkan yang aktif memiliki baterai on-board yang selalu memancar atau menjadi suar sinyal. Sebuah baterai pasif dibantu (BAP) memiliki baterai kecil di papan yang diaktifkan ketika di hadapan sebuah pembaca RFID.
Suatu RFID
tag adalah sebuah benda kecil, misalnya berupa stiker adesif yang dapat
ditempelkan pada suatu barang atau produk. RFID tag berisi antena yang
memungkinkan peralatan itu menerima dan merespon terhadap suatu query yang
dipancarkan oleh suatu RFID transceiver. Kebanyakan RFID tag mengandung
setidaknya dua bagian: satu adalah sebuah sirkuit terpadu untuk menyimpan dan
pengolahan informasi, modulasi dan demodulasi sebuah frekuensi sinyal radio
(RF) , dan fungsi khusus lainnya, yang lain adalah antena untuk menerima dan
mengirimkan sinyal.
Pembaca
(reader) RFID diklasifikasikan menjadi dua jenis: RFID tetap dan ponsel RFID .
Jika pembaca membaca tag di posisi stasioner, hal itu disebut RFID tetap.
Pembaca tetap adalah menetapkan zona interogasi tertentu dan menciptakan
"gelembung" energi RF yang dapat dikontrol ketat. Hal ini
memungkinkan area membaca sangat definitif pada saat tag masuk dan keluar dari
zona interogasi. Di sisi lain, jika pembaca mobile ketika pembaca membaca tag,
hal itu disebut ponsel RFID.
Tag ini
murah untuk diproduksi dan cukup kecil untuk disisipkan pada item apapun. Aktif
dan semi-pasif tag bekerja pada baterai internal. Tag aktif menggunakan baterai
untuk mengirim sinyal kepada pembaca, sedangkan tag semi-aktif tergantung pada
alat pembaca dalam batas jangkauannya. Tag aktif dan semi-pasif, mengandung
lebih banyak hardware dan karena itu lebih mahal. Tag ini digunakan untuk
barang-barang mahal dan mampu menangkap data untuk jarak yang lebih jauh. Tag
pasif bergantung sepenuhnya pada pembaca untuk sinyal. Sinyal untuk tag ini
bisa mencapai jarak 20 kaki. Mereka lebih murah untuk memproduksi dan digunakan
untuk item yang lebih murah. Sebuah botol shampo akan memiliki tag pasif, yang
sekali pakai dengan botol shampo.
Ada tiga
jenis penyimpanan data dalam tag RFID. Ini adalah baca-tulis, hanya membaca dan
WORM (menulis pernah membaca berkali-kali). Data Sebuah tag read-write s dapat
ditambahkan ke atau ditimpa. Baca tag hanya memiliki data yang hanya dapat
dibaca, tidak ditambahkan atau ditimpa. Tag WORM dapat memiliki data tambahan
tetapi tidak dapat ditimpa. Tag RFID(transfonder) akan mengenali diri sendiri
ketika mendekteksi sinyal dari perangkat yang hanya dapat dibaca saja (Red
only) dibaca dan ditulis (Read/Wtite) sekali tulis dan banyak baca (write once
read many) juga tidak memerlukan kontak langsung maupun jalur cahaya untuk
dapat beroperasi RFID dapat berfungsi pada berbagai variasi kondisi
lingkungan dan menyediakan tingkat integritas data yang tinggi.
lingkungan dan menyediakan tingkat integritas data yang tinggi.
RFID tag
yang pasif tidak memiliki power supply sendiri. Dengan hanya berbekal induksi
listrik yang ada pada antena yang disebabkan oleh adanya frekuensi radio
scanning yang masuk, sudah cukup untuk memberi kekuatan yang cukup
bagi RFID tag untuk mengirimkan respon balik. Sehubungan dengan power dan biaya, maka respon dari suatu RFID yang pasif biasanya sederhanya, hanya nomor ID saja. Dengan tidak adanya power supply pada RFID tag yang pasif maka akan menyebabkan semakin kecilnya ukuran dari RFID tag yang mungkin dibuat.
bagi RFID tag untuk mengirimkan respon balik. Sehubungan dengan power dan biaya, maka respon dari suatu RFID yang pasif biasanya sederhanya, hanya nomor ID saja. Dengan tidak adanya power supply pada RFID tag yang pasif maka akan menyebabkan semakin kecilnya ukuran dari RFID tag yang mungkin dibuat.
Ada empat
macam RFID tag yang sering digunakan bila dikategorikan berdasarkan frekuensi
radio, yaitu:
- low frequency tag (antara 125
ke 134 kHz)
- high frequency tag (13.56 MHz)
- UHF tag (868 sampai 956 MHz),
UHF tag tidak bisa digunakan secara global, karena tidak ada peraturan
global yang mengatur penggunaannya.
- Microwave tag (2.45 GHz)
SISTEM DAN
CARA KERJA RFID
Suatu sistem RFID dapat terdiri dari beberapa komponen, seperti tag, tag reader, tag programming station, circulation reader, sorting equipment dan tongkat inventory tag. Keamanan dapat dicapai dengan dua cara. Pintu security dapat melakukan query untuk menentukan status keamanan atau RFID tag-nya berisi bit security yang bisa menjadi on atau off pada saat didekatkan ke reader station. Kegunaan dari sistem RFID ini adalah untuk mengirimkan data dari piranti portable, yang dinamakan tag, dan kemudian dibaca oleh RFID reader dan kemudian diproses oleh aplikasi komputer yang membutuhkannya. Data yang dipancarkan dan dikirimkan tadi bisa berisi beragam informasi, seperti ID, informasi lokasi atau informasi lainnya seperti harga, warna, tanggal pembelian dan lain sebagainya.
Suatu sistem RFID dapat terdiri dari beberapa komponen, seperti tag, tag reader, tag programming station, circulation reader, sorting equipment dan tongkat inventory tag. Keamanan dapat dicapai dengan dua cara. Pintu security dapat melakukan query untuk menentukan status keamanan atau RFID tag-nya berisi bit security yang bisa menjadi on atau off pada saat didekatkan ke reader station. Kegunaan dari sistem RFID ini adalah untuk mengirimkan data dari piranti portable, yang dinamakan tag, dan kemudian dibaca oleh RFID reader dan kemudian diproses oleh aplikasi komputer yang membutuhkannya. Data yang dipancarkan dan dikirimkan tadi bisa berisi beragam informasi, seperti ID, informasi lokasi atau informasi lainnya seperti harga, warna, tanggal pembelian dan lain sebagainya.
Penggunaan
RFID untuk maksud tracking pertama kali digunakan sekitar tahun 1980 an. RFID
dengan cepat mendapat perhatian karena kemampuannya dalam men-tracking atau
melacak object yang bergerak. Seiring dengan perkembangan
teknologi, maka teknologi RFID sendiripun juga berkembang sehingga nantinya penggunaan RFID bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari.
teknologi, maka teknologi RFID sendiripun juga berkembang sehingga nantinya penggunaan RFID bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari.
Dalam suatu
sistem RFID sederhana, suatu object dilengkapi dengan tag yang kecil dan murah.
Tag tersebut berisi transponder dengan suatu chip memori digital yang di
dalamnya berisi sebuah kode produk yang sifatnya unik. Sebaliknya,
interrogator, suatu antena yang berisi transceiver dan decoder, memancarkan
sinyal yang bisa mengaktifkan RFID tag sehingga dia dapat membaca dan menulis
data ke dalamnya. Ketika suatu RFID tag melewati suatu zone elektromagnetis, maka
dia akan mendeteksi sinyal aktivasi yang dipancarkan oleh si reader. Reader
akan men-decode data yang ada pada tag dan kemudian data tadi akan diproses
oleh komputer.
RFID tag
yang aktif, di sisi lain harus memiliki power supply sendiri dan memiliki jarak
jangkauan yang lebih jauh. Memori yang dimilikinya juga lebih besar sehingga
bisa menampung berbagai macam informasi di dalamnya. Sampai tulisan ini
dipublikasikan, ukuran terkecil dari RFID tag yang aktif ini ada yang sebesar
koin. Jarak jangkauan dari RFID tag yang aktif ini bisa sampai sekitar 10 meter
dan dengan umur baterai yang bisa mencapai beberapa tahun lamanya. RFID tag
yang pasif harganya bisa lebih murah untuk diproduksi dan tidak bergantung pada
baterai. RFID tag yang banyak beredar sekarang adalah RFID tag yang sifatnya
pasif.
KEUNGGULAN
RFID memiliki dua keunggulan yang membedakan dengan barcode optic yaitu :
RFID memiliki dua keunggulan yang membedakan dengan barcode optic yaitu :
- identifikasi unik sebuah tag
RFID mampu merekam lebih banyak data transaksi secara unik dari jutaan
objek yang identik seperti : seriaL number, expired date dan lain-lain.
Sehingga informasi dari sebuah item yang menggunakan RFID tag dapat dengan
mudah diketahui. Hal ini berbeda dibanding barcode yang hanya dapat
mengindentifikasikan tipe obyek tempat ia dicetak.
- segi otomasi, RFID menggunakan
frekuensi radio untuk mengirimkan informasi atau data antara RFID tag
dengan RFID readernya, sehingga tidak diperlukan kontak fisik diantara
keduanya untuk dapat berkomunikasi. Tag RFID dapat dibaca tanpa
kontak line-of-sight dan tanpa penempatan yang presisi, Reader RFID dapat
melakukan Scan terhadap tag-tag sebanyak ratusan perdetik. Hal ini berbeda
dengan Barcode optic yang pada saat melakukan Scanning memerlukan kontak
line-of-sight dengan reader, dan tentu saja peletakan fisik yang tepat dari
objek yang discan. Kecuali pada lingkungan yang benar-benar terkontrol,
scanning terhadap barcode memerlukan campur tangan manusia, sebaliknya
tag-tag RFID Sebagai suksesor dari barcode, RFID dapat melakukan control
otomatis untuk banyak hal.
RFIDs juga
mudah untuk disembunyikan atau dimasukkan dalam item benda lainnya. Sebagai
contoh, pada tahun 2009 para peneliti di Universitas Bristol berhasil
merekatkan RFID transponder mikro untuk mempelajari kehidupan semut dan
mempelajari perilaku mereka. Hitachi memegang rekor untuk chip RFID terkecil,
di 0.05mm x 0.05mm. Ini adalah ukuran ke 1/64 ukuran pemegang rekor
sebelumnya, mu-chip. Industri ini diaktifkan dengan menggunakan proses
silikon-on-insulator (SOI). Bentuknya yang sangat kecil seperti debu berukuran
chip dapat menyimpan 38 digit nomHal ini kecenderungan semakin miniatur RFIDs
kemungkinan akan berlanjut seiring kemajuan teknologi.
MANFAAT DAN
KEGUNAANNYA
Beberapa RFID komersial yang saat ini sudah beredar di pasaran ada yang bisa diletakkan di bawah kulit. Pada tahun 2005 tercatat bahwa RFID tag terkecil berukuran 0.4 mm x 0.4 mm dan lebih tipis daripada selembar kertas. Dengan
ukuran sekian maka secara praktis benda tersebut tidak akan terlihat oleh mata. RFID tag yang pasif ini memiliki jarak jangkauan yang berbeda mulai dari 10 mm sampai dengan 6 meter.
Beberapa RFID komersial yang saat ini sudah beredar di pasaran ada yang bisa diletakkan di bawah kulit. Pada tahun 2005 tercatat bahwa RFID tag terkecil berukuran 0.4 mm x 0.4 mm dan lebih tipis daripada selembar kertas. Dengan
ukuran sekian maka secara praktis benda tersebut tidak akan terlihat oleh mata. RFID tag yang pasif ini memiliki jarak jangkauan yang berbeda mulai dari 10 mm sampai dengan 6 meter.
Pada bisnis
Ritel, RFID dipergunakan untuk melakukan tracking dan melakukan pencatatan
terhadap seluruh inventori. Sistem RFID memungkinkan komunikasi antara
produk-produk yang telah di-tag dengan chip RFID dengan RFID reader dan dengan
Server lokal. Cara kerja sistem secara keseluruhan menyerupai dengan penggunaan
barcode label dan barcode scanner, tetapi jauh lebih mudah, praktis dan
memuaskan, karena petugas tidak perlu melakukan scanning satu-per satu item,
karena pada saat pelanggan melewati scanner (RFID reader) seluruh item akan
langsung terdeteksi atau dihitung secara bersamaan.
Dari segi
sistem, untuk implementasi RFID dibutuhkan sebuah server lokal, RFID reader dan
pre-encoded labels (tags). Server ini akan menyimpan seluruh data yang
dibutuhkan dan aplikasi yang dapat membaca data dari tag melalui RFID Reader.
RFID Server ini juga terintegrasi dengan Inventory Management System atau POS
System. Baik tag maupun RFID Reader dilengkapi dengan antena sehingga dapat
menerima dan memancarkan gelombang elektromagnetik yang memungkinkan untuk
membaca multiple tagged item pada suatu saat. Sensitifitas antena dapat di -set
untuk setiap register yang dilayaninya, setiap reader dapat meng-handel transmisi
hingga 4 register pada saat bersamaan.
RFID dapat
menjadi barcode generasi berikutnya yang dapat dipergunakan untuk otomatisasi
inventory control karena akan memberikan banyak kemudahan dan mengurangi biaya
untuk distribusi barang dari pabrik atau vendor ke gudang. RFID tidak
memerlukan kontak langsung dan sebuah RFID Reader dapat membaca semua tag RFID
yang berada pada daerah jangkauannya. Dengan cara ini maka waktu untuk
inventory control dapat dihemat. Contohnya : Pada saat sebuah box yang berisi ratusan
item dikirim oleh vendor diterima oleh bagian gudang, maka personal gudang akan
memeriksa isi box tersebut dengan menggunakan barcode scanner dan melakukan
scanning item satu persatu. Tetapi dengan menggunakan RFID, seluruh item yang
dikirim telah di-tag dengan RFID chip, yang dapat dibaca oleh RFID Reader
seluruhnya pada saat bersamaan. Hal yang sama juga dapat dilakukan pada saat
Item Transfer antar lokasi / gudang, stock opname dan lain sebagainya.
RFID juga
dipergunakan untuk mempermudah dan mempercepat transaksi pada sebuah Retail
Store, antara lain untuk :
- Smart Shelf : Smart Shelf yang
berbasis RFID dapat mendeteksi keberadaan setiap item pada sebuah rak.
Ketika sebuah item diambil dari rak, maka sistem dapat mendeteksi item
yang diambil oleh pelanggan, memberikan tanda dan mencatat item yang
diambil, sehingga dapat dilakukan real-time shelf inventory. Selain itu,
perilaku pelanggan dapat dicatat dalam database dan dipergunakan untuk
strategi marketing.
- Pada saat pelanggan selesai
berbelanja dan akan membayar di kasir (check out), maka RFID Reader secara
otomatis mendeteksi seluruh item (merchandise) yang akan dibeli oleh
pelanggan, hal ini biasanya dilakukan dengan melakukan scanning satu per
satu item oleh kasir. RFID Reader membaca RFID Chips yang melekat pada
setiap item melalui frekuensi radio, kemudian secara virtual melakukan
scanning terhadap seluruh item. Kemudian RFID Reader akan
mengkomunikasikan dengan Server untuk men-generate penjualan pada register
secara otomatis.
- Sales Return dapat dengan mudah
dilakukan, karena sistem secara otomatis memeriksa barang yang
dikembalikan , pelanggan dapat membawa atau mengembalikan RFID-tag pada
item tanpa struk (store receipt), tag ini kemudian akan me-refer ke
database untuk mengetahui waktu pembelian, harga beli saat itu (original
price), bahkan informasi kartu kredit, dan lain-lain. Informasi detail
tentang Sales Return ini juga akan membantu Store untuk mengupdate status
stok dari item yang dikembalikan.
Manfaat RFID
untuk pelaporan (reporting) akan lebih berkualitas dan lebih cepat, contohnya :
Berbagai laporan tentang inventory dapat diketahui secara real-time dari Server
Pusat, baik secara OnLine ataupun menggunakan metode sinkronisasi data,
Retailer dapat mengakses data pada seluruh lokasi untuk mendapatkan laporan
up-to-date mengenai stok barang. Dengan menggunakan RFID, Retailer bisa
mengurangi permasalahan ‘kekurangan stok’, yang sering mengakibatkan ‘lost
sales’, selain juga bisa mengurangi kepercayaan dan kepuasan pelanggan. Hal ini
dimungkinkan karena status stok dapat dengan mudah di-track untuk mendapatkan
data yang akurat tentang suatu produk tertentu pada suatu saat, yang kemudian
dihubungkan dengan supply-chain. Teknologi ini juga memungkinkan Retailer untuk
menganalisa tingkat utilisasi pada suatu lokasi (Store) dan juga melakukan
analisa produk per lokasi, sehingga Retailer bisa menyediakan produk yang
bersifat custom kepada pelanggan pada lokasi tertentu.
RFID dapat
dipergunakan untuk mengurangi tingkat kehilangan barang pada suatu store,
karena RFID tags menempel pada setiap item dan setiap item yang dibawa oleh
pelanggan dapat di-track apakah sudah dibayar atau belum. RFID juga dapat
ditempatkan pada kartu pelanggan dan pada saat kartu tersebut di-scan pada saat
pembayaran (check out) di konter, monitor POS dapat menawarkan produk-produk
tambahan yang belum dibeli, berdasarkan data histori yang tersimpan di
database. Wiraniaga dapat menggunakan RFID untuk membantu pelanggan
mendapatkan barang sesuai kebutuhannya, misalnya : ukuran, warna, lokasi item
di rak atau di gudang dan lain-lain, berdasarkan informasi yang disimpan pada
RFID tags menggunakan scanner.
Pemakaian
RFID di perpustakaan misalnya pintu security ruang perpustakaan mampu
mendeteksi buku-buku yang sudah dipinjam atau belum. Ketika seorang user
mengembalikan buku, security bit yang ada pada RFID tag buku tersebut akan
di-reset dan recordnya di ILS secara otomatis akan di-update. Pada beberapa
solusi yang berbasis RFID maka slip pengembaliannya bisa di-generate secara otomatis
pula. RFID juga mempermudah orang untuk menyortir barang.
Pada tahun
2010 tiga faktor kunci yang mendorong peningkatan signifikan dalam penggunaan
RFID: penurunan biaya peralatan dan tag, meningkatkan kinerja untuk kehandalan
99,9% dan standar internasional yang stabil mengenai UHF RFID pasif. Dari
perkembangannya pesat dan beberapa kelebihan RFID ini maka sistem-sistem RFID
menawarkan peningkatan efisiensi dalam pengendalian inventaris, logistic dan
manajemen rantai supply.
Dimasa mendatang diperkirakan jika RFID dapat semakin murah dan efektif maka RFID akan menjadi suksesor bagi penggantian seluruh scanner barcode (barcode optic), mulai dari penjualan hingga integrasi dengan vendornya.
Dimasa mendatang diperkirakan jika RFID dapat semakin murah dan efektif maka RFID akan menjadi suksesor bagi penggantian seluruh scanner barcode (barcode optic), mulai dari penjualan hingga integrasi dengan vendornya.
Sumber :
http://www.rfid.ac
http://en.wikipedia.org
http://www.lib.itb.ac.id/~mahmudin/makalah/ict/ref/RFID.pdf
http://prisekip.blog.ugm.ac.id/files/2009/08/11.pdf
http://www.retailsoft-platinum.com/main/submoduledetail/5/10/38
http://digilib.its.ac.id/public/ITS-NonDegree-13181-Chapter1.pdf
http://en.wikipedia.org
http://www.lib.itb.ac.id/~mahmudin/makalah/ict/ref/RFID.pdf
http://prisekip.blog.ugm.ac.id/files/2009/08/11.pdf
http://www.retailsoft-platinum.com/main/submoduledetail/5/10/38
http://digilib.its.ac.id/public/ITS-NonDegree-13181-Chapter1.pdf
