Access Point adalah sebuah alat yang berfungsi
untuk menyambungkan alat-alat wireless ke sebuah jaringan berkabel (wired
network) menggunakan wifi, bluetooth dan sejenisnya. Wireless Access Point
digunakan untuk membuat jaringan WLAN (Wireless Local Area Network) ataupun
untuk memperbesar cakupan jaringan wifi yang sudah ada (menggunakan mode
bridge).
Fungsi dari Access Point
adalah sebagai Hub/Switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan
lokal dengan jaringan wireless/nirkabel, di access point inilah koneksi
data/internet dipancarkan atau dikirim melalui gelombang radio, ukuran kekuatan
sinyal juga mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau, semakin besar
kekuatan sinyal (ukurannya dalam satuan dBm atau mW) semakin luas jangkauannya.
Untuk memulai konfigurasi
access point ini, lakukan langkah-langkah berikut secara sistematis :
Sama seperti
mengkonfigurasikan access point lainnya, langkah awal yang perlu dilakukan
adalah menyamakan address antara access point dengan sebuah laptop
sehingga alamatnya berada pada satu network. Secara default, IP yang
tertera pada label access point jenis ini adalah 192.168.1.1 dan netmask
255.255.255.0. Setelah itu, nyalakan access point. Perhatikan adaptor yang digunakan, apakah voltage-nya sesuai dengan ketentuan yang tercantum pada label access point atau tidak. Jika tidak, maka sebaiknya jangan menyalakan access point tersebut dengan adaptor yang tidak sesuai.
Setelah itu koneksikan access point dengan laptop dengan menggunakan kabel straight.
Buka sebuah web browser pada laptop, kemudian ketikkan alamat IP default dari access point tersebut. Sebelumnya saya telah menjelaskan bahwa IP default access point jenis ini adalah 192.168.1.1, namun pada praktek ini saya menggunakan access point yang IP address-nya diubah yaitu 10.10.7.1 Maka ketikkan IP 10.10.7.1 pada address bar, lalu tekan Enter pada keyboard.
Setelah itu akan muncul sebuah kotak dialog Authentication Required. Isikan username dengan admin dan isikan password dengan admin. Kemudian klik OK.
Kemudian akan muncul sebuah halaman web seperti berikut :
Klik teks "Network" pada jendela sebelah kiri untuk mengatur tipe jaringan (Static IP / DHCP), main IP dari access point (IP local), dan subnet mask. Jika IP access point diubah dari IP default-nya, maka halaman web akan menghilang. Untuk menampilkannya kembali, ubah IP laptop sehingga menjadi se-network dengan IP access point yang baru. Setelah semua pengaturan selesai, klik Save. Contoh :
Setelah itu lakukan pengaturan
wireless dengan meng-klik teks Wireless pada jendela sebelah
kiri kemudian pilihWireless Setting.
Pengaturan yang perlu dilakukan adalah
pengaturan SSID(nama jaringan), Region, Channel (untuk
informasi mengenai channel wireless, klik disini), dan Mode.
Yang lainnya adalah pengaturan opsional (tergantung kebutuhan). Dalam hal ini
saya membuat nama jaringan (SSID) yaitu tujuh. Setelah semua pengaturan
selesai, klik Save. Contoh :
Setelah itu lakukan pengaturan untuk DHCP agar device yang
terkoneksi akan mendapatkan IP secara otomatis dari access point. Klik
teks DHCP pada jendela sebelah kiri, kemudian pilih DHCP
Settings. Dalam hal ini saya melakukan pengaturan range user sebanyak 10 client
dari 10.10.7.10 - 10.10.7.20. Setelah semua pengaturan selesai, klik Save.
Contoh :
Setelah semua pengaturan selesai diberikan, reboot access
point dengan meng-klik teks System Tools kemudian pilih Reboot.
Sistem access point akan restart dalam beberapa saat yang
diindikasikan oleh persentasi seperti gambar berikut :
Setelah proses restarting
selesai, maka selanjutnya adalah lakukan pengetesan jaringan access point yang
baru dibuat. Gunakan sebuah laptop lain untuk mengakses jaringan wireless
dengan nama tujuh. Kemudian lihatlah IP DHCP yang diperoleh laptop tersebut
selama terkoneksi dengan jaringan tujuh. Tentunya IP yang didapatkan akan
berada pada range 10.10.7.10 sampai 10.10.7.20.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar