DHCP
(Dynamic Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan
nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP
disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut
sebagai DHCP Client. Dengan demikian administrator tidak perlu lagi harus
memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP, tapi cukup
dengan memberikan referensi kepada DHCP Server.
Setelah
dijelaskan apa itu DHCP, marilah kita langsung menuju tutorial utama pada
artikel ini.
Pada tahapan
awal, kita jalankan terlebih dahulu VirtualOS Mikrotik yang sebelumnya kita
install dengan menggunakan VirtualBox Oracle. Jika sudah running sistem
MikroTiknya, tahapan selanjutnya adalah membuka winbox, kemudian search dengan
klik logo ... (Lihat contoh dibawah). setelah ketemu, klik yang dibagian bawah
MAC Address kemudian klik Connect.
Dibawah ini
adalah tampilan dasar Winbox yang saya gunakan
Pada tahapan
kedua, klik tab "IP" kemudian klik "DHCP Server"
untuk mengkonfigurasi server DHCP. setelah terbuka tab DHCP Server, klik
bagian"DHCP Setup"
Maka akan
muncul pop up seperti dibawah. Maksud dari gambar dibawah ini adalah, kita
menentukan terlebih dahulu, mana yang akan kita jadikan server DHCP. kita bisa
pilih Access Point ataupun Switch tapi jangan Modem. Sebagai contoh saya pilih
"ether2" yaitu Access Point. Jika sudah, klik Next
Dibawah ini
adalah tahap kita menentukan ip dhcp server. Secara default, IP dhcp server
akan mengarah kepada IP Access point, jika server dhcp yang sebelumnya dipilih
adalah Access Point (ip AP : 192.63.0.1/29). Kita bisa gunakan ip default dari
dhcp server
Gambar
dibawah ini adalah tahapan menentukan Gateway server DHCP. Secara defaultnya
juga, gateway akan mengarah ke gateway default dari access point, yaitu
192.63.0.1. Jadi kita gunakan saja gateway defaultnya.
Tahapan
dibawah ini adalah tahapan menentukan range IP yang dapat digunakan
oleh client. Kita isikan saja 192.63.0.2-192.63.0.6 (Karena
192.63.0.1 telah terpakai oleh server, jadi 192.63.0.1 tidak dapat digunakan
kembali dan Kenapa 192.63.0.6 ? karena saya menginginkan jaringan saya
digunakan tidak lebih dari 6 device agar lebih cepat speed jaringannya. misal :
192.63.0.x huruf "x" dapat diganti dengan sesuka kalian). Klik
Next jika sudah
Kemudian
tahapan selanjutnya menentukan DNS server. Kita isikan saja DNS milik Google
8.8.8.8 kemudian klik Next
Tahapan
selanjutnya menentukan "Lease Time". Apa itu lease time ?
gampangnya, lease time itu waktu peminjaman IP untuk digunakan disatu device
atau pengguna. Maka dari itu jangan isi terlalu lama, menurut saya maksimal
lease timenya adalah 1d atau 1 hari saja.
Nah, sudah selesai..










Tidak ada komentar:
Posting Komentar