Minggu, 10 Januari 2016

Setting Mikrotik dan Setting IP Jaringan Sederhana dengan VirtualBox


Langkah pertama, kita buka program VirtualBox Oracle nya kemudian klik tombol "New", kemudian akan muncul pop up "Create Virtual Machine" isikan Nama, type pilih "Other" dan pada bagian version, pilih "Other/Unknown (64 bit)" setelah itu tentukan memory size (RAM) yang digunakan pada Virtual machine.

Sebenarnya, RAM 64 mb saja sudah cukup mumpuni untuk digunakan pada MikroTikOS. Setelah itu pilih tipe Harddisk > "Create a virtual hard disk now" kemudian klik "Create"

Langkah selanjutnya, kita akan mengisikan besar memory harddisk yang akan diinstall pada virtual machine.
pilih tipe "VMDK", pada bagian storage on physical hard disk pilihlah "Dynamically allocated". Karena dynamically allocated tidak akan mempengaruhi harddisk pada laptop fisik kita (jadi, walau harddisk laptop kita sisa 1Gb saja, tetap bisa menggunakan ukuran 2Gb pada virtual machine yang akan diinstall) beda lagi jika memilih fixed size, nah fixed size akan mempengaruhi hdd fisik kita. setelah itu klik "Create"
Kemudian, kita akan mengedit atau mensetting virtual machine yang baru saja kita buat.


Dari gambar diatas, kita diwajibkan mensetting network terlebih dahulu untuk digunakan pada mikrotik OS.
Pada adapter pertama, pada Attached to pilih "Bridged Adapter" dan pilih Wi-Fi adapter yang berjalan pada laptop anda masing-masing. Pada adapter kedua, pilih juga "Bridged Adapter" dan pilih "Microsoft Wi-Fi Direct Virtual Adapter" atau virtual router yang kita nyalakan. Untuk mengaktifkannya, buka Command Prompt dengan run as administrator, kemudian ketikkan "netsh wlan set hostednetwork mode=allow ssid=namawifi key=passwordwifi" setelah itu klik enter dan ketikan pula "netsh wlan start hostednetwork" untuk mengaktifkan virtual router yang telah dibuat tadi. Kemudian pada adapter ketiga, pilih juga "Bridged Adapter" dan pilih "Microsoft Hosted Network Virtual Adapter". Setelah itu klik "OK"
Setelah diklik OK pada setting virtual machinenya, kita klik "Start"

Setelah itu, akan muncul pop up yang mengharuskan kita memilih file .iso driver os yang akan kita gunakan. Untuk itu klik saja tombol bergambar folder yang ada icon tambahnya untuk mencari lokasi file Mikrotik.iso. Setelah file mikrotikOS.iso ditemukan, klik OK saja. Dan klik START maka sistem virtual machine akan berjalan.


 



Kemudian akan muncul tampilan seperti diatas, tekan "a" pada keyboard untuk memilih semuanya. Kemudian tekan enter saja. Akan muncul tulisan untuk mengconfigure sistem os, isikan saja "y" untuk menerima. Akan muncul pula tulisan baru, kita tekan saja tombol "y" sampai selesai. Jika sudah, kita tutup/ close mikrotik os yang telah kita install barusan. Karena kita akan mensetting booting priority pada sistem virtual machine. close dan pilih "Power Off"

Pada langkah ini, kita akan mengkonfigurasi booting priority kita agar tidak masuk ke Mikrotikos.iso tetapi akan langsung diteruskan ke HDD hasil instalasi mikrotik. Untuk itu, klik "Setting" kemudian pilih tab "Storage" dan klik pada pilih Mikrotik.iso (yang berlogo CD) setelah itu klik tombol berlogo Disket dan Minus untuk menghapusnya. Akan muncul pop up untuk menanyakan apakah kita yakin akan menghapusnya, klik saja "Remove" setelah itu klik "OK" dan kita klik "START" untuk memulai masuk ke sistem MikrotikOS.

Pada gambar diatas akan ada autentifikasi login halaman admin untuk mengkonfigurasi mikrotik. Kita isikan "admin" pada username dan dengan password kosong. Lalu klik Enter maka akan muncul tulisan "MikroTik" seperti pada gambar dibawah ini







Akan muncul pertanyaan untuk melihat software license, kali ini kita isikan "n" untuk jawaban NO/Tidak

Setelah itu, kita akan mengkonfigurasi ip address dari modem, acces point, kemudian switch. Kita ketikan "interface print" untuk melihat interface dari nama-nama hardware yang tersambung dengan ip mikrotik. pada defaultnya, nama hardwarenya akan "ether1", "ether2", "ether3". karena nama itu sangat membingungkan, kita akan merubah nama dari tiap ether/ hardware yang tersambung ke mikrotik


Gambar diatas adalah cara mengkonfigurasi nama ether yang digunakan. Ketikan saja "interface set name=Modem ether1" dari teks itu, diketahui ether yang akan diganti namanya adalah ether1 dan akan digantikan dengan nama Modem. Lakukan lagi tahapan yang baru saja kita terapkan. Untuk ether2 akan kita gantikan dengan "APoint" dan ether3 akan digantikan dengan "Switch". Jadi, kita ketikan "Interface set name=APoint ether2" dan "interface set name=Switch ether3". Setelah itu kita lihat apakah sudah berubah atau belum dengan mengetikkan "interface print"




Setelah selesai proses pemberian nama pada perangkat Access Point, Switch dan Modem. Langkah selanjutnya adalah mensetting IP ADDRESS dari tiap-tiap perangkat. Caranya adalah, ketikkan "ip address add interface=Modem address=192.168.0.2/24 netmask=255.255.255.0" kemudian klik enter, itu adalah IP untuk perangkat Modem. Untuk Access Point, prosesnya sama.. hanya saja ubah bagian ".. add interface=Modem" menjadi "..add interface=APoint" dan ip addressnya menjadi "..address=192.168.1.0/24 netmask=255.255.255.0". Jadi jika digabungkan menjadi "ip address add interface=APoint address=192.168.1.0/24 netmask=255.255.255.0" dan yang terakhir adalah setting ip address untuk switch. yaitu "ip address add interface=Switch address=192.168.2.0/24 netmask=255.255.255.0"
Jika sudah semua, ketikan "ip address print" untuk melihat hasilnya yang telah kita ubah tadi. Berikut contoh proses setting ip address :



Selesai. Demikian tutorial setting Mikrotik dan setting IP jaringan sederhana dengan menggunakan VirtualBox. Semoga bermanfaat..







Tidak ada komentar:

Posting Komentar